BUDIDAYA AYAM BURAS PEDAGING

Usaha
ternak ayam Buras selama selama ini masih belum bisa memberikan keuntungan
secara komersil, masih kalah komersil dibandingkan saudaranya ayam Ras. Selama
ini dalam pemeliharaannya, pada ayam kampung terdapat kekurangan antara lain, waktu pemeliharaan yang relatif lebih lama, ketidak keseragaman
bobot badan ayam kampung dan bobot telur ayam, yang kesemuanya berkorelasi
dengan kualitas bibit/indukan, pakan/ransum yang belum standar (malah terkadang
hanya limbah rumah tangga), tata laksana pemeliharaan yang belum sesuai
anjuran, sistem perkandangan, pencegahan penyakit/biosecurity dll.
PEMILIHAN
BIBIT
Ø Ciri-Ciri DOC yang baik yaitu :
-
Tidak cacat fisik (kaki,
sayap)
-
Pergerakan lincah, sehat
-
Bulu halus dan
mengkilap.
-
Mata jernih, Hidung dan
dubur bersih.
PERKANDANGAN
Ø Persyaratan Lokasi
Kandang
-
Jauh dari pemukiman
-
Ketersediaan air bersih
-
Ada akses Jalan
-
Pertukaran udara di dalam kandang lancar dan sinar matahari masuk baik.
-
Kering / tidak lembab.
-
Aman.
Ø Syarat Kandang
Kontruksi :
Terbuat dari bahan yang awet, mudah di dapat.
Contoh: Kayu, Bambu, Dolken/Gelem,Cor.
Atap Kandang :
Terbuat dari bahan yang awet, sesuaikan dengan
kondisi lingkungan.
Alas Kandang :
Tidak mudah mengumpal, bersifat menghangatkan
contoh. Sekam padi, Jerami padi.dll
Dinding :
Terbuka dengan dilengkapi Tirai.
Ø Peralatan Kandang.
Tempat Pakan dan Minum :
-
Mudah di bersihkan,
Jumlah cukup.
Pemanas:
Panas yang dihasilkan ideal, bisa mengunakan
pemanas batu bara, lampu pijar, semawar dll.
Tirai :
Tirai Terbuat dari bahan kedap udara, tahan air,
tirai ini berguna untuk mengatur ventilasi udara, angin. contoh. Terpal
plastic, kain.dll.
Peralatan lainnya seperti Sprayer, Kipas Angin,
sekop dll
TAHAP-TAHAP PEMELIHARAAN
Ø Persiapan Kandang
-
Pencucian kandang dengan air bersih.
-
Pengkapuran di dinding kandang dan lantai kandang mengunakan kapur aktif.
-
Kandang di semprot desinfektan.
-
Peralatan kandang di bersihkan dengan disinfektan
-
Sterilasasi Kandang dan lingkungannya selama min 2 minggu.
Ø Persiapan Kandang
Brooding.
-
Luas Brooder Diameter 4.5 Meter untuk 500-600 ekor
-
Alas sekam/litter di sebar di area Brooding
-
Tirai luar dan tirai dalam di pasang.
-
Menyalakan pemanas min 2 jam sebelum DOC IN (doc datang)
-
Penempatan pemanas, alat makan, alat minum, di letakkan pada tempatnya
(sesuai Gambar)
Ø Brooding (pemeliharaan
umur 1 hari s/d 21 hari)


Tujuan Brooding
Menggantikan
tugas induk sebagai pengeram atau penghangat, dan Perlindungan anak ayam
Alasannya adalah dalam usia dini masih rentan terhadap kematian maka dari itu
dipakailah sistem chick guard atau perlindungan bagi anak ayam.


-
DOC IN, Doc di hitung, ditimbang secara acak, diseleksi, tebar kedalam
brooding.
-
Pemberian air Gula hangat konsentrasi 5% dan pakan sesegera mungkin.
-
Kontrol suhu Brooding dengan mengunakan Pemanas dan Managemen Tirai.
·
Umur 01-07 Hari 32 s/d 34 Derajat Celcius
·
Umur 8-14 Hari 27 s/d 39 Derajat Celcius.
·
Umur 15-21 Hari 26 s/d 25 Derajat Celcius.
·
Umur 21-28 Hari 24 s/d
23 Derajat Celcius.
·
Umur 29- Panen 23 s/d 21 Derajat Celcius.


-
Perluasan area Brooding 2 hari sekali sesuai kebutuhan.
-
Pengelompokan jantan dan betina.
-
Managemen Tirai kandang.
-
Lakukan Penimbangan setiap 1 minggu sekali, sebagai monitoring evaluasi. Kontrol
pantau kondisi anak ayam sesuai gambar
Ø 21 hari s/d Siap
Panen.
-
Penambahan Tempat pakan dan Minum secara bertahap.
-
Control kepadatan kandang.
-
Atur buka tutup tirai (Managemen Tirai).
-
Kontrol Litter sekam secara
berkala.
-
Lakukan Penimbangan setiap 1 minggu sekali, sebagai monitoring evaluasi.
Ø Sanitasi/Cuci Hama
Kandang
-
Pencucian kandang dengan
air bersih untuk menghilangkan kotoran.
-
Pengkapuran dinding dan
lantai kandang.
-
Penyemprotan dengan
Formalin dan disinfektan untuk membunuh bibit penyakit.
-
Sterilasasi Kandang dan lingkungannya selama min 2 minggu untuk memutus
siklus hidup virus dan bakteri.
PAKAN
AYAM BURAS PEDAGING.
-
Pakan yang diberikan
harus memberikan zat pakan nutrisi, karbohidrat, protein, lemak, vitamin,
sehingga pertambahan berat badan harian (Average Daily Gain/ADG) tinggi
-
Pengunaan pakan dari
pabrik, maka jenis pakan disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan ayam, yang
dibedakan menjadi 2 (dua) tahap. Tahap pertama disebut tahap pembesaran (umur 1
sampai 20 hari), yang harus mengandung kadar protein minimal 23%. Tahap kedua
disebut penggemukan (umur diatas 20 hari), yang memakai pakan berkadar protein
20 %.
-
Jumlah Pakan yang diberikan :
·
Pakan Umur 1 s/d 7 hari,
17 gr/ekor/hari.
·
Pakan Umur 8 s/d 14
hari, 43 gr/ekor/hari
·
Pakan Umur 15 s/d 21
hari, 66 gr/ekor/hari
·
Pakan Umur 22 s/d 29
hari, 91 gr/ekor/hari
·
Pakan Umur 15 s/d 21
hari, 66 gr/ekor/hari
·
Pakan Umur 30 s/d 36
hari, 111 gr/ekor/hari
·
Pakan Umur 37 s/d 43
hari, 129 gr/ekor/hari
·
Pakan Umur 44 s/d 50
hari, 143 gr/ekor/hari
·
Pakan Umur 15 s/d 21
hari, 146 gr/ekor/hari
·
Pakan Umur 51 s/d 60
hari/Panen, 161 gr/ekor/hari (http://ristek.go.id)
-
Pakan dalam sehari
sebagai berikut.
·
Pakan Umur 1 s/d 3 hari,
9 kali sehari.
·
Pakan Umur 4 s/d 7 hari,
8 kali sehari.
·
Pakan Umur 8 s/d 14 hari,
6 kali sehari.
·
Pakan Umur 15 s/d Panen,
3 kali sehari.
·
( Seringnya pemberian
pakan untuk merangsang nafsu makan)
-
Pemberikan Air Minum di
lakukan secara Adlibitum/tidak di batasi.
-
Adapun jenis pakan ayam
kampung pedaging berdasar bentuknya adalah :
·
Mash/Tepung Diberikan umur
1 s/d 14 hari.
·
Crumble/Butiran pecah umur
15 s/d 30 hari
·
Pelet/Butiran diberikan umur
31 hari s/d panen.
-
Pemberikan Minuman secara
Adlibitum.
PENYAKIT
Penyakit yang sering menyerang ayam Buras yaitu :
Tetelo (Newcastle Disease/ND)
Penyebab :
Virus Tortor Vurent
Gejalanya
: Ayam Mengap-mengap, nafsu makan
turun, diare, gejala syaraf (Kaki lumpuh,berputar-putar), Kematian 80 s/d 100
%.
Penularan : Pernapasan, Kotoran.
Pencegahan
: Vaksinasi ND, Sanitasi kandang.
Gumboro
(Infectious Bursal Disease/IBD)
Penyebab : Virus golongan
Reovirus.
Gejala
: hilangnya nafsu makan,
ayam suka bergerak tidak teratur, peradangan disekitar dubur, diare dan tubuh
bergetar-getar
Penularan : melalui kotoran, pakan, air minum
dan peralatan yang tercemar.
Pencegahan : vaksin Gumboro.
- Penyakit Ngorok (CRD)/Infeksi Saluran Pernapasan
Penyebab :bakteri Mycoplasma
gallisepticum
Gejala
:ayam sering bersin dan
ingus keluar lewat hidung dan ngorok saat bernapas,tubuhlemah, sayap terkulai,
mengantuk dan diare dengan kotoran berwarna hijau, kuning keputih-keputihan.
Penularan : pernapasan dan lendir atau melalui
perantara seperti alat-alat.
Pengobatan : dapat dilakukan dengan obat-obatan yang
sesuai.
Pencegahan : Sanitasi dan Ventilasi Kandang yang
baik.
Berak Kapur (Pullorum).
Penyebab : Bakteri
Salmonela Pullorum
Gejala : ayam diare,kotoran berwarna putih (serbuk
Kapur).
Penularan : Melalui Kotoran
Pengobatan : dapat dilakukan dengan obat-obatan yang
sesuai.
Pencegahan : Sanitasi dan Ventilasi Kandang yang
baik
Pemisahan ayam yang sakit pada kandang karantina
Sampai dengan tindakan calling sangat dianjurkan
Untuk mencegah penularan.
(Sumber Gambar Google.Com)
Comments
Post a Comment